
Data hasil survei Pekerja Anak tahun 2009 yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) didukung oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).
SPA ini dilaksanakan di seluruh Indonesia, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Data yang disajikan meliputi: jumlah anak yang bekerja, kapan mereka mulai bekerja, kegiatan apa saja yang dilakukan oleh anak-anak, sekolah saja, sekolah sambil bekerja, tidak sekolah, hanya melakukan pekerjaan rumah tangga, apakah mendapat tindakan atau perbuatan yang tidak menyenangkan ketika bekerja, dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya. Kami menyajikan ringkasan dari SPA 2009, dan untuk melihat hasil SPA 2009 secara penuh, silahkan ikuti link berikut:
Pekerja Anak di Indonesia 2009 – www.ilo.org
Dalam SPA, istilah Anak yang Bekerja (AB) berarti anak-anak yang terlibat dalam aktivitas apapun dalam produksi dalam SNN paling sedikit selama 1 jam dalam periode referensi. Ada 3 kategori AB:
Sementara, istilah PA merupakan subset dari AB. Pekerja anak ini merupakan anak yang berumur 5-17 tahun yang masuk dalam kategori:
Dengan demikian, PA yang dimaksud mencakup kelompok anak:
Ringkasan Data SPA 2009
58%
Dari sekitar 1,7 juta pekerja anak, terdapat sekitar 20,7 persen berada pada situasi pekerjaan terburuk dan sebagian besar anak bekerja di sektor pertanian mencapai 58%.
Data Survey Ketenagakerjaan Nasional (Sakernas)-BPS 2018 mengungkapkan bahwa 1,7 juta anak pada usia 10 – 17 tahun ditemukan bekerja. Data yang lebih menyeluruh terlihat dalam Survey Pekerja Anak BPS 2009, mengungkapkan bahwa anak usia 5 – 17 yang bekerja mencapai sekitar 4 juta anak atau 6,9 persen dari total populasi anak berusia 5 – 17 tahun. Dari sekitar 1,7 juta, terdapat sekitar 20,7 persen berada pada situasi pekerjaan terburuk. Sementara anak yang bekerja ini tersebar berada di sektor pertanian mencapai 58%, pelayanan (24%), manufaktur (7 %), dan sektor lainnya.
[visualizer id=”1191″]
Tabel 3.2: Estimasi Jumlah Anak yang Bekerja Umur 10-17 Tahun (dalam Ribuan), Indonesia, 2009
Terdapat perbedaan jenis pekerjaan yang dilakukan anak yang bekerja berdasarkan wilayah perkotaan dan pedesaan. Di pedesaan, sebagian besar anak-anak bekerja pada sektor pertanian, yaitu 66%, sementara di perkotaan 14%.
[visualizer id=”1181″]
[visualizer id=”1185″]
[visualizer id=”1194″]
Tabel 4.6: Estimasi Jumlah Pekerja Anak (dalam ribuan), Indonesia, 2009
Ada tiga lapangan pekerjaan besar di Indonesia, yakni: pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan. Tabel 5.1 menunjukkan 57 persen anak umur 5-17 tahun bekerja di bidang pertanian, termasuk kehutanan, perburuan dan perikanan (Kode 1).
[visualizer id=”1255″]
Tabel 5.1: Persentase Anak yang Bekerja menurut Lapangan Usaha dan Kelompok Umur, Indonesia, 2009
Sebagian besar anak yang bekerja merupakan pekerja keluarga tak dibayar, oleh karena itu dapat digolongkan dalam sektor informal. Jika dilihat dari jenis kelamin, perbandingannya hampir sama (Grafik 5.3). Secara rata-rata, ada 146 laki-laki untuk setiap 100 perempuan pekerja keluarga tidak dibayar.
[visualizer id=”1261″]
Tabel 5.2: Persentase Anak Bekerja menurut Status Pekerjaan dan Kelompok Umur, Indonesia, 2009
[visualizer id=”1274″]
Grafik 5.7: Persentase Anak yang Bekerja menurut Tempat Kerja dan Jenis Kelamin, Indonesia, 2009
Berdasarkan tempat bekerja yang melibatkan banyak anak bekerja di dalamnya, sektor perkebunan, termasuk ladang atau kebun (Kode 3) merupakan tempat bekerja sebagian besar anak atau sebesar 46.5%.
[visualizer id=”1267″]
Tabel 5.4: Persentase Anak Bekerja menurut Tempat Bekerja dan Kelompok Umur, Indonesia, 2009